Sejarah dan Profil Universitas Pelita Harapan: Menjadi Pusat Pendidikan Berkualitas di Indonesia


Universitas Pelita Harapan (UPH) adalah salah satu perguruan tinggi swasta ternama di Indonesia. Sejarah UPH dimulai pada tahun 1994, ketika pendiri, Dr. James Riady, memutuskan untuk mendirikan universitas yang menjadi pusat pendidikan berkualitas di Indonesia. Dengan motto “Mendidik Hati, Mencerahkan Pikiran”, UPH terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan berorientasi pada karakter.

Sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia, UPH memiliki beragam program studi yang terus berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Menurut Prof. Dr. Jonathan L. Parapak, Rektor UPH, “UPH selalu berusaha untuk menjadi pusat pendidikan yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa, bukan hanya dalam hal akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter mahasiswa.”

Profil UPH juga dikenal karena memiliki fasilitas yang lengkap dan modern, seperti laboratorium, perpustakaan, dan pusat kegiatan mahasiswa. Menurut Prof. Dr. Jansen Ongko, Ketua Program Studi Psikologi UPH, “Fasilitas yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang proses belajar mengajar di UPH. Mahasiswa dapat dengan mudah mengakses sumber belajar dan mengembangkan potensi diri mereka.”

Sejarah UPH yang panjang dan profilnya yang berkualitas membuat universitas ini menjadi pilihan utama bagi para calon mahasiswa yang ingin mendapatkan pendidikan terbaik di Indonesia. Dengan dukungan dari dosen-dosen berkualitas dan kurikulum yang selalu disesuaikan dengan kebutuhan industri, UPH terus berusaha untuk meningkatkan standar pendidikan di tanah air.

Sebagai penutup, Prof. Dr. Jonathan L. Parapak menambahkan, “UPH tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa. Kami percaya bahwa dengan pendidikan yang berkualitas, UPH dapat menjadi pusat pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berintegritas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.”